KETAR-KETIR MENUNGGU PIDATO PRESIDEN PRABOWO DI RAPAT PARIPURNA DPR RI KE-19

KETAR-KETIR MENUNGGU PIDATO PRESIDEN PRABOWO DI RAPAT PARIPURNA DPR RI KE-19



Rabu, 20 Mei 2026 — Rapat Paripurna DPR RI ke-19 sedang berlangsung. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato tentang Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027.

Realita Pasar yang Mencekam:
Sejak pidato-pidato Presiden Prabowo yang defensif dan cenderung merendahkan kritik (termasuk pernyataan “rakyat desa enggak pakai dolar”), pasar keuangan langsung bereaksi keras:

  • IHSG anjlok tajam. Pada Selasa (19/5/2026) turun 3,46% ke level 6.370,679. Dalam beberapa hari terakhir pelemahan mencapai lebih dari 4% di sesi perdagangan.
  • Rupiah terus tertekan di kisaran Rp17.600 – Rp17.700 per USD, melemah drastis dibandingkan Rp15.400–15.500 saat pelantikan Presiden Prabowo (Oktober 2024). Rekor terlemah sepanjang sejarah pasca-krisis 1998.

Akibatnya, kepercayaan investor merosot tajam. Sentimen negatif semakin kuat karena pidato sering menyalahkan pihak luar dan menyindir kelompok kritis, bukan menyajikan solusi konkret.

Kritik Tegas SORBAN:
Seorang Presiden harus menjadi pemersatu dan penenang pasar, bukan justru memicu ketidakpastian. Sindiran kepada rakyat dan kritik hanya akan memicu sindiran balik yang lebih besar serta capital outflow. Rakyat butuh empati, transparansi RAPBN, dan kebijakan nyata menstabilkan Rupiah & IHSG — bukan pembenaran dan pencarian kambing hitam.

Sikap SORBAN (Solidaritas Rakyat untuk Bangsa dan Negara):
✅ Menuntut pidato kenegaraan yang inklusif, kredibel, dan membangun kepercayaan pasar
✅ Menolak pendekatan defensif yang merusak ekonomi nasional
✅ Menuntut RAPBN 2027 yang transparan, akuntabel, dan pro-rakyat kecil
✅ Mengawasi setiap kebijakan agar tidak memperburuk pelemahan Rupiah dan IHSG

Rakyat berhak mengkritik demi kebaikan bangsa. Kita kawal bersama pidato hari ini!

Komentar