KETIKA INDONESIA JADI OLOK-OLOKAN INTERNASIONAL: The Economist & South China Morning Post Soroti Prabowo yang 'Terlalu Boros & Otoriter'
KETIKA INDONESIA JADI OLOK-OLOKAN INTERNASIONAL: The Economist & South China Morning Post Soroti Prabowo yang 'Terlalu Boros & Otoriter'
NaufalLawyer - 20 Mei 2026
Edisi 14 Mei 2026 – Majalah ekonomi paling berpengaruh dunia, The Economist, secara tegas memperingatkan:
“Prabowo Subianto terlalu boros dan terlalu otoriter. Ia sedang membahayakan ekonomi dan demokrasi Indonesia.”
Dua artikel utama (Briefing & Leaders) edisi 14 Mei 2026 menyoroti:
- Program makan siang gratis membengkak hingga Rp268-335 triliun di 2026.
- Lonjakan belanja pertahanan 37% di tengah defisit pajak dan rupiah yang terus merosot.
- Penggantian Sri Mulyani Indrawati serta kembalinya peran militer dalam urusan sipil.
- Rupiah menyentuh rekor terendah Rp17.670 per USD (per 18 Mei 2026).
South China Morning Post (SCMP) juga memberitakan kekhawatiran serupa: rupiah ambruk, Prabowo menanggapi dengan “warga desa tidak pakai dolar, tenang saja”, sementara ekonom dan masyarakat ramai mengkritik.
Ini bukan serangan asing. Ini cermin yang tak terbantahkan.
Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dunia dan Muslim terbesar, Indonesia seharusnya jadi teladan. Bukan bahan olok-olokan internasional karena kebijakan populis yang tak terkendali, pemborosan anggaran, pelemahan lembaga, dan pembungkaman kritik.
Tags: #SORBAN #GERAM #SOLID #TRAKTAT #FORMARGA #BHILawfirm #Prabowo #EkonomiIndonesia #DemokrasiTerancam #PengacaraBanyuwangi
(Carousel/Infografis 4:5 – Teks padat, kutipan langsung The Economist 14 Mei 2026 & SCMP 19 Mei 2026. Siap untuk video pendek: “Indonesia Jadi Bahan Tertawaan Dunia – Waktunya Lawan!”)
Mari sebarkan kebenaran. Integritas di atas segalanya. 🇮🇩⚖️
Komentar
Posting Komentar