Muhammad Naufal Taftazani Serukan Gerakan SOLID: Insiden Pengeroyokan di Toko Adi Jaya Kemayoran Murni Kasus Kriminal, Jangan Diseret ke Isu SARA!
Muhammad Naufal Taftazani Serukan Gerakan SOLID: Insiden Pengeroyokan di Toko Adi Jaya Kemayoran Murni Kasus Kriminal, Jangan Diseret ke Isu SARA!
Banyuwangi – Saya, Muhammad Naufal Taftazani, Advokat dan Pendiri Gerakan SOLID, mengecam keras peristiwa pengeroyokan dan perusakan yang terjadi di Toko Kelontong Adi Jaya, Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Dalam video yang beredar luas, terlihat oknum memasuki toko, mengacak-acak barang dagangan hingga galon, dus, dan berbagai produk berserakan hingga ke jalan. Peristiwa ini bermula ketika seorang anggota TNI AD hendak membeli rokok dan ingin membayar menggunakan QRIS. Penjaga toko menerangkan bahwa transaksi QRIS dikenakan biaya admin Rp1.000. Alih-alih menerima penjelasan, pria tersebut justru terlibat cekcok, marah-marah, mengaku sebagai anggota militer, dan mengancam penjaga toko agar “tidak macam-macam”.
Kontak fisik pun tak terhindarkan. Oknum tersebut kemudian sempat meninggalkan lokasi, diduga kembali ke markas, dan datang lagi bersama rekan-rekannya. Terjadilah pengeroyokan dan aksi perusakan yang lebih besar terhadap toko tersebut.
Pernyataan Sikap Saya:
- Saya mengecam keras tindakan kekerasan, pemukulan, dan perusakan terhadap Toko Adi Jaya.
- Insiden ini adalah perkara kriminal murni yang harus diproses secara hukum, bukan isu suku atau SARA.
- Saya mendesak Polres Metro Jakarta Pusat dan Oditur Militer TNI untuk segera mengusut tuntas kasus ini secara transparan, adil, dan tanpa pandang bulu. Siapa pun pelakunya harus bertanggung jawab.
- Saya sangat menyesalkan adanya upaya menyeret insiden ini menjadi isu SARA hanya karena toko tersebut disebut “toko Madura”. Penyebutan itu hanyalah identifikasi tempat usaha, bukan alasan untuk membangkitkan sentimen kesukuan.
- Sebagai aparat TNI, seharusnya lebih mampu menjaga emosi dan sikap, bukan justru melakukan tindakan yang merusak citra institusi dan persatuan bangsa.
Hari ini, saya secara resmi mendeklarasikan Gerakan SOLID — Solidaritas Lawan Isu Diskriminasi Suku, Ras, Agama, dan Antar Golongan.
Gerakan SOLID hadir untuk melawan segala bentuk narasi kebencian, provokasi SARA, dan upaya pecah belah bangsa. Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menolak hasutan diskriminasi dan tetap menjaga persatuan di atas segalanya.
Keadilan harus ditegakkan, persatuan harus dijaga.
#GerakanSOLID #StopSARA #PersatuanIndonesia
Komentar
Posting Komentar