Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata Eurosatory 2026
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata Eurosatory 2026
NaufalLawyer, 2 Juni 2026 – Pemerintah Prancis telah melarang pejabat pemerintah Israel menghadiri Eurosatory 2026, salah satu pameran pertahanan terbesar di dunia yang akan digelar di Paris pada 15–19 Juni 2026. Keputusan ini disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Israel kepada media internasional pada 1 Juni 2026.
Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Israel menyatakan bahwa Prancis melarang perwakilan pemerintah Israel hadir di pameran tersebut dan membatasi perusahaan pertahanan Israel hanya boleh memamerkan produk pertahanan udara dan pertahanan rudal, sementara sistem senjata ofensif dilarang.
Kementerian Pertahanan Israel mengkritik keputusan tersebut sebagai tindakan yang “memalukan” dan “dipengaruhi perhitungan politik dan komersial”, serta mencerminkan tren yang merugikan dalam kebijakan Prancis dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut laporan, Eurosatory 2026 akan diikuti oleh lebih dari 2.600 peserta dari berbagai negara, menjadikannya salah satu forum utama industri pertahanan global.
Hubungan bilateral antara Prancis dan Israel telah mengalami ketegangan sejak akhir 2023, terutama karena kritik Prancis terhadap operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon, serta keputusan Prancis tentang pengakuan negara Palestina.
Opini dari Muhammad Naufal Taftazani, S.H. — Ketua Solidaritas Rakyat untuk Bangsa dan Negara (SORBAN) dan pengacara di Indonesia, menyatakan bahwa langkah Prancis tersebut “sudah sewajarnya” mengingat **konflik di Gaza yang terus berlangsung hingga sekarang dan tuduhan genosida yang belum dihentikan secara efektif di tingkat internasional, termasuk belum ditegakkannya proses hukum terhadap beberapa petinggi Israel yang tercantum dalam daftar Mahkamah Pidana Internasional (ICC)”. Menurut Naufal Taftazani, tindakan diplomatik seperti larangan kehadiran pejabat merupakan bentuk penegakan nilai moral dan hukum internasional terhadap pelanggaran yang terjadi.
Keputusan terkait pembatasan dalam pameran pertahanan ini merupakan bagian dari meningkatnya sorotan global terhadap konflik bersenjata di Timur Tengah, yang juga berpengaruh pada hubungan diplomatik antara Israel dan sejumlah negara Eropa.
Komentar
Posting Komentar